FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 MENGGELAR SEMINAR MANAJEMEN PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI, MANAJEMEN UMKM DAN MANAJEMEN KEUANGAN

Home » FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 MENGGELAR SEMINAR MANAJEMEN PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI, MANAJEMEN UMKM DAN MANAJEMEN KEUANGAN

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73, sekaligus memperingati hari lahir berdirinya Universitas Proklamasi ke 54, Fakultas Ekonomi bekerjasama dengan Panin Dai ichi Life menggelar Seminar “Manajemen Pendidikan Perguruan Tinggi, Manajemen UMKM dan Manajemen Keuangan pada hari  Rabu, 29 Agustus 2018, pukul 09.00-13.00wib, bertempat di Gedung Sukarno 101 A Kampus Universitas Proklamasi 45, Jl Proklamasi No 1 Babarsari Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta. Acara ini menghadirkan narasumber diantaranya; Pemateri 1 Perwakilan Tim Advanse dari UP45, Rr. Putri Ana Nurani, SS,MM. Pemateri 2 Djoko Wijono,SE,MM- kaprodi sekaligus dosen Fakultas Ekonomi UP45, dan Pemateri 3 President Agency Manager Panin Dai ichi Life – Ir. Giarto.

Dalam kata sambutannya saat membuka Seminar “Manajemen Pendidikan Perguruan Tinggi, Manajemen UMKM dan Manajemen Keuangan”, Rektor Universitas Proklamasi 45 dalam hal ini diwakili oleh Muhamad Ali Sukrajap selaku Wakil Rektor III menyampaikan bagaimana pentingnya kegiatan ini dapat menjadi upaya aktif perguruan tinggi untuk terus menuju perbaikan dan evaluasi meningkatkan potensi, sehingga mampu menuju  world class university, serta memberikan dukungan dan masukan yang konstruktif bagi para pengambil kebijakan di internal Universitas Proklamasi 45 pada khususnya, dan eksternal atau masyarakat pada umumnya. Berikutnya melalui seminar manajemen UMKM dan Keuangan, bagi dosen, atau peserta lainnya diharapkan akan mendapatkan berbagai strategi untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan, tips bisnis menambah income dari berbagai peluang yang ada serta mempersiapkan diri membangun masa depan yang lebih cerah. Ali mengatakan “nantinya berbagai seminar akan digelar untuk meningkatkan kompetensi baik bagi dosen, kepala bagian atau unit, karyawan, staf,” seperti LKD untuk dosen  misalnya. Acara dibuka dengan doa bersama, dilanjutkan safety briefing, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Pada sesi pertama Rr.Putri Ana Nurani,SS,MM menyampaikan tantangan tentang perguruan tinggi. Tantangan yang dimaksud itu baik dari internal maupun eksternal. Kegiatan ini juga sebagai tindak lanjut dimana tim UP45 yang terdiri 3 personel diantaranya Wakil Rektor I Syamsul Maarif,ST,MEng,  Wakil Rektor III Muhamad Ali Sukrajap, SE,MBA , dan Perwakilan dari Kantor Urusan Internasional – Rr. Putri Ana Nurani,SS,MM terpilih menjadi peserta Cross Border 2 Conference “Leveraging Financial Management ini HEI Toward World Class University” di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Indonesia pada tanggal 5- 6 Juli 2018. Setelah sebelumnya program yang sama di laksanakan di Universitas Putra Malaysia Selangor Malaysia. Konferensi ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas jaringan, selain menunjukkan kapasitasnya, dan meningkatkan jumlah peserta di jaringan agar dapat menciptakan pertukaran kompetensi internasional. Dalam kesempatan tersebut  topic yang diibahas adalah topik “Memanfaatkan Manajemen Keuangan di HEI (Higher Education Institution) Menuju World Class University“. Beberapa topic tersebut diantaranya Kebijakan dalam manajemen keuangan menuju World Class University, Keuangan di Institusi Pendidikan Tinggi: dari perspektif administratif hingga manajemen, Peran manajemen keuangan organisasi perguruan tinggi (HEI) dalam mencapai World Class University, Strategi penggalangan dana untuk HEI.

Putri menambahkan ada berbagai macam proyek ADVANSE, pencapaiannya, dan keahlian yang telah dibangun dalam cross border tersebut. Pemaparan disampaikan oleh perwakilan dari konsorsium ADVANSE diantaranya Nirundon Tapachai of Kasetsart University Bangkok, Dr. Supriyadi,MSc,Akt , Dimitrios Doukas, Dr. Hargo Utomo, MBA,MCOm, Prof Dr. Volker Linneweber, DR Roberto Escarre, DR. Esther Nababan, Dr. Didi Achjari,SE,AKT, Ainun Na’im , dan Prof Dr.dr H.Muhamad Fidel.  

Dalam kesempatan tersebut selain membahas tentang Kerjasama dengan universitas mitra, Rencana aksi keuangan untuk mitra ADVANSE – contoh praktik yang baik dari Indonesia, Malaysia dan Thailand. Dan Optimalisasi sumber daya internal untuk menghasilkan dana, Konferensi ditutup dengan upacara resmi. Pemaparan disampaikan diantaranya oleh Dimitrios Doukas FH Joanneum (University of Applied Sciences),

ADVANSE mempromosikan modernisasi praktik manajemen keuangan dan strategi diversifikasi pendapatan di lembaga pendidikan tinggi (HEI) di tingkat regional, dengan maksud secara berkelanjutan memperkuat sistem pendidikan tinggi serta memaksimalkan laba sosial atas investasi dalam pendidikan tinggi di Malaysia, Indonesia dan Thailand. Tujuan ADVANSE yang lebih spesifik yaitu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manusia, organisasi dan teknis negara mitra HEIs, untuk meningkatkan efisiensi dalam manajemen keuangan (Financial Management /FM),  diversifikasi pendapatan, mendorong akuntabilitas dan transparansi melalui sistematisasi dan promosi praktik yang baik. mempromosikan integrasi regional melalui penciptaan jaringan manajer keuangan yang mengejar modernisasi sistem dan praktik manajemen keuangan.

Nantinya, proyek ini akan memiliki dampak berkelanjutan pada level-level berikut, antara lain: Peningkatan kesadaran di tingkat regional HEI & pembuat kebijakan tentang tantangan umum dan inisiatif yang ada dalam memodernisasi FM dan strategi diversifikasi pendapatan di HE, melalui sistematisasi pengalaman dan promosi praktik terbaik di daerah;

Peningkatan kapasitas manusia, organisasi & teknis pada tingkat kelembagaan untuk meningkatkan FM yang efisien dan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas yang mampu secara efektif melaksanakan reformasi, menggunakan alat dan metodologi modern;

Kapasitas modernisasi kelembagaan yang diperkuat secara berkelanjutan, melalui pengembangan rencana aksi strategis dan strategi bersama untuk Manajemen Keuangan (FM) dan diversifikasi pendapatan yang efisien;

Dampak luas dan replikasi hasil proyek melalui penciptaan dan implementasi jaringan supra-regional; Keterlibatan aktif dari aktor yang relevan & HEI non-mitra dan pengambilan yang luas di daerah melalui strategi diseminasi yang konsisten

Sebagai tindak lanjut dilakukan Seminar Manajemen Pendidikan Tinggi, Manajemen UMKM dan Manajemen Kuangan. Acara yang diikuti oleh 30 peserta terdiri dari dosen,, kepala bagian dan civitas UP45 ini mendapatkan animo menarik.

Kaprodi Fakultas Ekonomi UP45 Djoko WIjono, SE,MM berkata “saat ini banyak bermunculan berbagai macam  usaha, usaha sendiri terbagi menjadi 3 usaha mikro,kecil menengah dipisahkan berbdasarikan omset, Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. Kriteria asset: Maks. Rp 50 Juta, kriteria Omzet: Maks. Rp 300 juta rupiah.

Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini. Kriteria asset: Rp 50 juta – Rp 500 juta, kriteria Omzet: Rp 300 juta – Rp 2,5 Miliar rupiah.

Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. Kriteria asset: 500 juta – Rp 10 Miliar, kriteria Omzet: >Rp 2,5 Miliar – Rp 50 Miliar rupiah.

Sedangkan UKM Diatur Oleh Beberapa Peraturan Berikut Ini :Surat edaran Bank Indonesia No.26/I/UKK tanggal 29 Mei 1993 perihal Kredit Usaha Kecil (KUK) adalah usaha yang memiliki total asset Rp 60 juta (enam ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah atau rumah yang ditempati. Pengertian usaha kecil ini meliputi usaha perseorangan, badan usaha swasta dan koperasi, sepanjang asset yang dimiliki tidak melebihi nilai Rp 600 juta.

Menurut Departemen Perindustrian dan perdagangan, pengusaha kecil dan menengah adalah kelompok industri modern, industri tradisional, dan industri kerajinan, yang mempunyai investasi, modal untuk mesin-mesin dan peralatan sebesar Rp 70 juta ke bawah dengan resiko investasi modal/tenaga kerja Rp 625.000 ke bawah dan usahanya dimiliki warga Negara Indonesia.

Menurut Badan Pusat Statistik, usaha menengah dibagi kedalam beberapa bagian, yaitu: (i) Usaha Rumah tangga mempunyai: 1-5 tenaga kerja, (ii) Usaha kecil menengah: 6-19 tenaga kerja, (iii) Usaha menengah: 20-29 tenaga kerja, (iv) Usaha besar: lebih dari 100 tenaga kerja.

Sedangkan dalam konsep Inpres UKM, yang dimaksud dengan UKM adalah kegiatan ekonomi dengan kriteria: (i) Asset Rp 50 milyar, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, (ii) Omset Rp 250 milyar

Sehingga dapat disimpulkan bahwa antara UKM dan UMKM sama hanya saja berbeda dalam jumlah nominal aset yang dimiliki oleh suatu usaha dan bisnis.

Berdasarkan perkembangan UKM di Indonesia Dibedakan Menjadi 4 Kriteria yaitu

Livelihood Activities, merupakan Usaha Kecil Menengah yang digunakan sebagai kesempatan kerja untuk mencari nafkah, yang lebih umum dikenal sebagai sektor informal. Contohnya adalah pedagang kaki lima.

Micro Enterprise, merupakan Usaha Kecil Menengah yang memiliki sifat pengrajin tetapi belum memiliki sifat kewirausahaan.

Small Dynamic Enterprise, merupakan Usaha Kecil Menengah yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu menerima pekerjaan subkontrak dan ekspor

Fast Moving Enterprise, merupakam Usaha Kecil Menengah yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan akan melakukan transformasi menjadi Usaha Besar (UB). Banyak sekali strategi usaha yang disampaikan oleh Bapak Djoko, jika kita ingin memulai usaha baru, apa saja yang perlu disiapkan, menganalisa bagaimana lingkungan bisnis, menentukan kekuatan, kelemahan, melihat kesempatan atau peluang serta strategi menghadapi ancaman. Tidak kalah bersemangatnya dengan Bapak Djoko, Bapak Ir Giarto pun mengkaitkan bagaimana seseorang itu berorientasi masa depan, sehingga mempersiapkan sedini mungkin itu penting, sama halnya dengan organisasi Panin Daichi sendiri, beberapa waktu lalu Panin daichi life kembali memperoleh penghargaan produk syariah yang ternyata produk itu sangat digemaeri oleh masyarakat demikian dikatakan Ir. Giarto . Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sekaligus, penyerahan sertifikat bagi peserta program advanse cross border 2nd kepada tim UP 45 , berikutnya dilanjutkan penyerahan MOU UP45 dan Panin Dai ichi life. Dilanjutkan dengan doa penutup dan foto bersama. Nantinya diharapkan Fakultas ekonomi semakin bersemangat menggelar berbagai seminar, pelatihan workshop bagi civitasnya maupun masyarakat.